6 comments on “Sepenggal Puisi Bagimu

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden….

    Puisi di atas disusun mengikut rentak dan irama yang memberi maksud tersendiri dalam baris yang berkaitan antara kesan dan akibatnya. Sangat mendalam maksud dan keinginannya. Sungguh apa yang kita inginkan dari tingkah laku seseorang tidak mudah untuk diubah. Hanya harapan menggunung tinggi agar keinginan itu dapat disadari adanya perhatian mendalam jika tidak ada yang berkenan di hati.

    Semoga segala keinginan yang baik menuju hidup yang sejahtera, akhirnya akan dimiliki oleh mas Raden. Apa yang penting, saling memahami dan mengerti adalah satu cara untuk merealisasikan keinginan tersebut. semoga diberkati Allah SWT hendaknya.

    Salam hoemat takzim dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Mohon maaf Mbak, karena berbagai aktivitas yang saling berebut untuk terselesaikan membuat saya terlambat membalas sapaan Mbak Fatimah ini. Semoga tidak mengecewakan.

      Betul Mbak, manusia kadang memiliki banyak keinginan yang ideal bahkan terhadap orang lain, padahal sesuatu yang ada pada orang lain tak dapat kita paksakan untuk sesuai dengan keinginan atau harapan kita. Manusia memang mengharap kesempurnaan, namun yang perlu kita sadari adalah bahwa sempurna atau tidaknya seseorang, yang terpenting melakukan segala sesuatu sesuai dengan perintah-Nya dan bersyukur atas segala karunia Allah dengan memanfaatkannya untuk menuju surga-Nya.

      Semoga segala kebaikan yang kita harapkan mendapat rida Allah Swt. Terima kasih atas apresiasi Mbak Fatimah, yang selalu mengena tak hanya pada rangkaian kata, namun juga pada makna.

      Salam hormat di penghujung pekan.😀

  2. Andaikata anda seorang play boy, paling tidak seorang perayu (moga-moga saja tidak) maka puisi anda membuat sang dara menyerah, dan meluluhlantakkan pesaing anda. Itu yang saya rasakan, soalnya dulu sekali, waktu masih remaja, saya punya pengalaman, kalau dulu itu saya bacakan puisi anda sekarang, pasti kudapatkan cinta itu. Sayang puisi anda saya baca setelah saya menjadi kakek. Itulah kekuatan puisi anda, mampu membuat saya mengembara dan berkhayal ke masa muda.

    • Ada perasaan senang saat membaca sapaan Bapak ini, namun juga tersipu malu, yang kemudian tertawa terbahak-bahak…. Bagaimana tidak? Kata-kata Bapak seperti sanjungan yang akan membuat orang lain menjadi bingung untuk segera menanggapinya.

      Ha… ha… ha…. Bapak ini bisa saja, puisi tersebut hanyalah puisi biasa yang berisi harapan atau keinginan. Ya sebagaimana yang Bapak katakan, sayangnya puisi itu baru tercipta setelah saya bukan lagi seorang bujangan, tapi seorang laki-laki yang telah memiliki pasangan hidup. Namun demikian, saya tak menyesal bila puisi tersebut tak muncul pada masa muda saya dulu…

      Terima kasih Pak, mohon maaf bila saya lama tak berkunjung ke “Bintang Rina”. Semoga Bapak senantiasa sehat. Pasti sudah banyak cerpen-cerpen Bapak yang tercipta. Lain waktu, insya Allah cerpen-cerpen tersebut akan saya nikmati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s