20 comments on “Refleksi 85 tahun Soempah Pemoeda: Bangga Berbahasa Indonesia

  1. Memang saat ini terjadi “perkosaan” terhadap bahasa Indonesia. Bangsa Indonesia harus paham akan bahasanya, bila tak paham bahasanya saja, bagaimana dengan paham akan yang lainnya.🙂
    Selamat Hari Sumpah Pemuda, Bung!

    • Betul, Bung… saya sepakat. Semoga setelah melihat kenyataan yang ada, rasa bangga yang sebenar-benarnya terhadap bahasa kita bisa ditindaklanjuti.

      Selamat Hari Sumpah Pemuda pula…!

  2. Gambar-gambar ilustrasinya menarik. Ya begini ini kalo sok nginggris dan dicampur dengan Bahasa Indonesia.

    Selamat Hari Sumpah Pemuda!

    *eh, selain itu dikenal sebagai hari apa, pak? *penasaran*

    • Betul Mas Iwan, sok bergaya yang mau gagah tetapi justru salah… Gambar ilustrasi sebagian hasil jepretan saat jalan-jalan. Sebenarnya masih banyak, tetapi tidak semua saya tampilkan.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasi Mas Iwan.
      Selamat Hari Sumpah Pemuda..!

      Untuk yang intermeso, hanya sekedar selingan untuk membuka-buka sajian blog ini saja.

    • Betul sekali Chris, niat bergagah-gagah dengan bahasa asing, namun menjadi salah. Ketika yang salah itu menjadi sering digunakan tanpa pembetulan, akhirnya ya terus dianggap benar.

      Untuk ragam bahasa, baik bahasa daerah, bahasa alay, ataupun prokem, sebenarnya tidak masalah. Yang penting mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya.

      Eh, intermesonya nggak dijawab?

  3. Untuk membunuh sebuah bangsa, bunuhlah dulu bahasanya. Bangsa yang kehilangan bahasa adalah bangsa yang hilang identitas (Garis Batas – Agustinus Wibowo). Dengan semangat SUMPAH PEMUDA, mari kita selamatkan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa…

    • Sungguh kalimat yang menarik dan perlu direnungkan: Untuk membunuh sebuah bangsa, bunuhlah dulu bahasanya. Bangsa yang kehilangan bahasa adalah bangsa yang hilang identitas.

      Mari kita bersama-sama mengupayakan agar bangsa ini tak kehilangan identitas dari sudut bahasa.
      Selamat Hari Sumpah Pemuda..!

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden….

    Hebat sekali Sumpah Pemuda yang ingin mengangkat martabat bahasa Indonesia sehingga bisa dijadikan bahasa nasional buat semua kaum pendudukna yang berbilang bangsa. Hebat juga pendapat mas Raden dalam mengupas isu ini. Salut. Kreatif dan kritis😀

    Bukan mudah untuk mengekalkan penggunaan bahasa di hati semua orang. apa tah lagi kepada mereka yang mengagungkan bahasa asing. Hal ini memerlukan satu kempen (promosi) yang hebat agar bahasa utama dalam negara tetap terjaga rapi.

    Perkara yang sama juga berlaku di Malaysia. Kesalahan bahasa sering berlaku tanpa ada rasa bersalah menggunakannya di dalam tulisan-tulisan berbentuk promosi atau iklan. Sebagai pencinta bahasa di negara saya, saya turut tersentuh dengan penyalahgunaan bahasa Indoensia seperti di atas.

    Memang benar, seharusnya penggunaan sesuatu bahasa tersebut hendaklah dilakukan dengan kaedah tatabahasa yang betul dan tidak mengelirukan seperti mengguna dua bahasa yang tidak sepatutnya dicampuraduk. Mungkin pihak yang berkenaan terutama Bapak Menteri yang berhubung dengan budaya bisa mengambil langkah serius untuk memartabatkan isu bahasa di Indonesia agar apa yang menjadi Sumpah Pemuda dapat dikotakan dengan sewajarnya. Bukan sekadar menjadi satu retorik yang akhirnya tidak dipedulikan.

    Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Terima kasih atas apresiasi dan ulasan Mbak Fatimah mengenai permasalahan di atas. Betul Mbak, saya pribadi pun sangat salut dengan para pemuda zaman itu (1928) yang telah mampu mengobarkan gagasan semangat untuk mempersatukan kaum pemuda dari seluruh penjuru negeri dengan aneka adat budaya dan bahasanya. Karena itulah, saya pun merasa prihatin bila kaum muda zaman sekarang ada yang tak mampu (mau) meneruskan estafet perjuangan mereka, meski hanya sekedar menjaga dan melestarikan 3 hal yang telah disumpahkan.

      Sebenarnya menggunakan dan menguasai bahasa asing tidaklah salah, malah justru penting untuk menambah dan memperluas wawasan. Namun bila asal-asalan menggunakannya, tentu hasilnya menjadi kurang baik. Mestinya bila ingin menggunakan suatu bahasa, pelajari pula kaidah penggunaannya, sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan bahasa yang barangkali akan memalukan.

      Wah, ternyata kesalahan penggunaan bahasa terjadi pula di Malaysia. Mudah-mudahan dapat segera teratasi. Memang, sebagian besar kesalahan berbahasa terjadi pada penggunaan bahasa iklan atau promosi. Barangkali karena yang mereka utamakan adalah unsur kemenarikan. Namun bila ketertarikan seseorang karena melihat sesuatu yang salah, sangatlah disayangkan.

      Yang saya tuliskan di atas hanyalah sebagai usaha untuk saling mengingatkan, khususnya bagi saya pribadi selaku guru bahasa, mudah-mudahan akan timbul kesadaran untuk selalu cinta dan bangga sebenar-benarnya terhadap Bahasa Indonesia.

      Salam hormat penuh takzim pula untuk Mbak fatimah di Sarikei, Sarawak.😀

  5. Assaalamu’alaikum,

    Selamat Hari Sumpah Pemuda!

    Maafkan Saya, ketinggalan mengucapkan selamat.

    Bahasa Indonesia, dicintai, dibanggakan, dan dijunjung tinggi. Masih seperti itukah generasi muda kita mengangggapnya?. Pada kenyataannya banyak dari generasi muda kita sekarang yang lebih bangga dengan bahasa asing, bahasa gaul, dan bahasa Indonesia yang diselewengkan. Contohnya, banyak status yang diunggah di jejaring sosial menggunakan bahasa Indonesia yang tidak sesuai EYD. Banyak siswa bahkan mahasiswa yang merasa kesulitan saat harus mengerjakan tugas menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    Pelajaran Bahasa Indonesia yang diajarkan di sekolah-sekolah rupanya belum cukup untuk mewariskan dan melestarikan bahasa Indonesia kepada generasi Muda sekarang. Lalu harus Bagaimana sebaiknya kita sekarang?.

    Tampaknya pemerintah Indonesia harus memberikan perhatian lebih kepada bahasa Indonesia khususnya untuk generasi muda sekarang, sebelum bahasa Indonesia hilang ditelan waktu.

    Untuk intermesonya saya menjawab :
    Selamat hari ulang tahun Pak, Maafkan saya, lagi-lagi terlambat mengucapkannya seperti tahun kemarin. Tak ada hadiah yang saya bisa berikan, tapi hanya seuntai doa untuk Bapak.
    “Semoga Alloh memberkahi umur Bapak, meridhoi setiap langkah yang Bapak pilih dan itu menjadi langkah yang terbaik, Memberikan rezeki yang barokah, memberi umur panjang dan bermanfaat, memberi apa yang bapak ingin wujudkan, dan semoga Alloh segera mengundang Bapak untuk mengunjungi Rumah-Nya yang mulia, Mekkah Al Mukarromah. Amien.”

    Semoga jawaban Saya benar. he . . .he . . .he.
    Maafkan Saya jika salah ya Pak.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Selamat Hari Sumpah Pemuda pula untuk anakku Amanah, yang tergolong kaum muda. Kalau saya kan mantan pemuda yang masih berjiwa muda, he..he..he…! Tak ada kata terlambat untuk saling mengucapkan selamat, tak ada kata terlambat pula untuk terus bersemangat…!

      Sungguh, saya kagum dengan pemikiran Amanah yang begitu mendalam mengenai nasib bahasa kita. Mudah-mudahan kita bisa terus menjaga dan melestarikan penggunaan Bahasa Indonesia secara baik dan benar. Kalau tidak dimulai dari kita, siapa yang harus memulai? Kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?

      Untuk intermesonya, wah jeli juga pengamatan Amanah. Terima kasih atas ucapan dan doanya. Amin ya Robbal ‘alamin…. Semoga balasan kebaikan dari Allah Swt tercurah pula untuk anakku Amanah, yang tengah merintis jalan menuju masa depan yang gemilang.

  6. Bismillah…
    Tapi kenapa orang yang memakai bahasa resmi bahasa Indonesia sesuai kaidah banyak ditinggalkan orang?
    Kenapa juga tulisan yang memakai bahasa resmi justru lebih capai dibaca?
    Kenapa artikel, jurnal ataupun tulisan yang memakai bahasa sesuai kaidah justru tidak banyak dibaca orang…? Hiks … hiks…

    • Sebenarnya untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah tidak selalu berupa bahasa resmi. Kalau segala hal harus berbahasa resmi ya tentunya menjadi tidak menarik. Maksudnya sesuai kaidah adalah taat pada aturan kebahasaan yang berlaku, misalnya tidak mencampuradukkan penggunaan bahasa Indonesia dengan bahasa asing atau daerah saat berkomunikasi. Dalam ragam tulisan, tentunya dengan penggunaan ejaan dan tanda baca yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s