10 comments on “Puisi Menolak Korupsi (1)

  1. Puisi tentang penolakan terhadap tindak korupsi yang sangat menarik, disajikan dengan keindahan bahasa yang penuh metafora. Semoga para koruptor di negeri ini segera insyaf agar kehidupan menjadi indah dan penuh berkah.

    • Iya Jeng Lina. Sebenarnya agak sulit juga merangkai kata-kata puitis dengan keindahan bahasa untuk sekedar mengekspresikan sikap terhadap korupsi. Masalahnya tindak korupsi kan jauh sekali dari kesan indah. Kecuali bagi koruptor itu sendiri, yang mungkin bisa merasakan keindahan atas hasil karyanya.

      Terima kasih atas doanya Jeng, semoga para koruptor bisa (mau) segera sadar dan kembali ke jalan yang benar.

  2. Puisi indah yang mengutarakan rasa hati yang walah. kalau saja kita meniru lebah, pasti akan menjadi marah apabila kedamaian hidup dimakan serakah. Lalu menyengat dengan racun sengatnya yang hebat untuk mempertahankan diri. tetapi sengat kita manusia tidak ke mana-mana ya mas. hanya bisa menulis sakit hati dengan korupsi sedangkan sang pemerintah tidak mampu menghalanginya dengan bijaksana. Kalau saja kita meniru lebah… seluruh dunia akan sihat dan aman damai tanpa rosak jiwa dan rumah. Salam sejahtera dan hormat.😀

    • Betul sekali Mbak, kalau saja kita meniru lebah kehidupan akan menjadi aman dan damai. Hidup berdampingan tanpa keserakahan yang hanya akan membawa bencana, tanpa menyakiti yang hanya akan membawa pertikaian. Bukankah lebah hanya akan menyengat bila kehidupannya merasa terganggu, dalam arti sengatannya itu untuk membeli diri?

      Barangkali perlu dinanti “sengatan” rakyat yang telah tersakiti oleh para koruptor. Sayangnya rakyat pada umumnya tak punya kuasa untuk melakukan itu, sementara yang memilki wewenang belum juga tuntas mengatasi permasalahan tersebut. Kita hanya berharap, semoga ada perubahan yang lebih baik.

      Terima kasih atas apresiasinya Mbak.
      Salam hormat senantiasa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s