14 comments on “Refleksi Kemerdekaan dalam Puisi

  1. Sekali Merdeka tetap merdeka…!

    Merdeka merupakan kebalikan dari budak, tidak bebas. Bebas dari penjajahan, baik penjajahan lahir maupun batin, termasuk bebas dari penjajahan politik dan ekonomi.

    Sangat setuju dengan tulisan di atas, bahwa kita tetap perlu bermuhasabah terhadap kemerdekaan ini. Tidak terlalu asyik dan merasa aman dengan kemerdekaan ini. Apakah semua aspek dalam hidup kita betul-betui merdeka? Sementara di sisi lain, di bidang ekonomi misalnya, sebagian warga Indonesia masih ada yang harus menjadi buruh untuk negara lain. Apakah hal itu menunjukkan kemerdekaan, ketika tidak punya andil untuk pembangunan, ketika tidak punya kesempatan untuk memberikan ide terhadap kemanusiaan? Dengan alasan masih bekerja untuk juragan atau majikan dari luar negeri. Ya … sekali lagi merdeka terhadap semuanya. Merdeka tanpa keterbatasan dan tekanan.

    • Betul Om, sekali MERDEKA tetap MER…DE…KA…!

      Barangkali kita mesti tak henti berharap dan tentunya terus berusaha agar seluruh rakyat Indonesia bisa benar-benar merdeka, lahir batin. Mudah-mudahan dengan mau bermuhasabah, segala permasalahan di negeri ini bisa pula teratasi, sehingga kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata dapat benar-benar terwujudkan.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
      Salam MERDEKA…!

  2. assalamu alaikum wr. wb.
    lama baru bertandang ke laman ini, semoga yang empunya sehat selalu😀

    semga makna kemerdekaan tahun ini, berbekas di hati para rakyat Indonesia, bukan hanya melalui sebuah kata dan kata, hanya sebuah janji dan janji, semoga bangsa ini semakin menjadi lebih baik, Amin ya Allah

    salam dari Makassar

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Iya nih, Mbak Neni lama benar tak berkunjung, semoga senantiasa sehat. Alhamdulillah, akhirnya kini bisa pula meninggalkan jejak di sini. Semoga disusul dengan jejak-jejak berkutnya. Terima kasih.

      Ya, semoga kemerdekaan yang ke-68 ini mampu meninggalkan makna yang dalam bagi kemerdekaan seluruh rakyat di negeri ini, tidak hanya slogan ataupun kata-kata yang penuh basa-basi…

      Salam MERDEKA…!

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden….

    Salam kemerdekaan buat Indonesia dan segenap rakyat yang bernaung di bawah panji garuda. Membaca tulisan mas Raden dan puisi-puisi yang dilampirkan, membuka minda saya untuk berfikir bahawa kemerdekaan setiap negara hanya terwujud di atas kertas putih semata.

    tetapi jiwa-jiwa yang dikandung oleh tanah tumpah darah itu ternyata masih dijajah dengan seribu cerita duka. Apa artinya sebuah negara merdeka andai kemiskinan tetap melata dan sumber negara masih ditakuk lama. Mudahan pemerintah sedar akan setiap keluh kesah rakyatnya untuk membangunkan Indonesia menuju negara maju dan terbilang di dunia.

    Salam sejahtera dan hormat selalu.😀

    • Wa’alaiumsalam Wr. Wb…

      Terima kasih atas salam kemerdekaannya Mbak. Mudah-mudahan kemerdekaan yang ada segera terwujud menjadi kemerdekaan yang sebenar-benarnya dan dirasakan sepenuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia.

      Kalau mencermati kandungan puisi-puisi di atas, sepertinya kemerdekaan hanyalah menjadi milik segelintir orang karena kesejahteraan yang adil dan merata belumlah sungguh-sungguh dinikmati oleh seluruh masyarakat. Saya jadi berpikir, mungkinkah setelah lepas dari penjajahan bangsa asing kemudian justru terjajah oleh bangsa sendiri?

      Agaknya dengungan pembangunan material dan spiritual bagi segenap rakyat Indonesia yang dibarengi dengan menjamurnya kasus korupsi yang tak pernah tuntas teratasi, telah menjadi kisah nyata penuh nestapa sebagai pengantar tidur yang tak mungkin lelap.

      Salam penuh hormat senantiasa untuk Mbak Fatimah di Sarikei, Sarawak.😀

  4. untuk apa kita merdeka
    ketika rakyat tetap bergelimang kemiskinan
    pengangguran menyergap hampir setiap keluarga
    kesenjangan makin menganga
    dan korupsi bebas merajalela

    kita ni belum merdeka selama korupsi masih merajalela.

    BERANTAS KORUPSI !!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s