15 comments on “Kenangan Dibuang Sayang (2)

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden…

    Masya Allah, saya membaca dari awal sahaja sudah mulai senyum apabila mas Raden memaklumi akan kelucuan kisah yang bakal diceritakan. Bila sampai ke bab mahu mengeluarkan angin itu, terus ketawa saya meletus galak. terbayang saya, kalau “mayat” lakonan Trisnadi itu sakit-sakitan terkena tamparan angin “malaikat maut”. Pasti dia menyesal kerana terjatuh di bantal yang tidak sepatutnya. hehehe..

    Memang kenangan lama tidak bisa dilupakan, tambah lagi kalau ia melucukan, pasti ingin dikenang selalu.Semoga bisa reuni dengan Trisnadi di masa depan dan mudahan beliau bisa membaca kenangan ini.

    Salam hormat dan selamat istirehat di hunjung minggu.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb, Mbak Fatimah…

      Alhamdulillah, senang rasanya bisa membuat Mbak Fatimah tersenyum dan tertawa. Nggak bisa membayangkan melihat Mbak Fatimah ketawanya meletus. Mengetahuinya saja saya sudah penuh senyum. Memang untuk masalah “angin” bisa mendatangkan berbagai reaksi yang tak terduga.

      Betul Mbak, ingin sekali saya bertemu dengan Trisnadi. Dia salah satu kawan akrab saya, yang perjuangan hidupnya begitu dahsyat, sampai-sampai harus putus kuliah di tengah jalan karena masalah ekonomi, dan kemudian lebih memilih untuk bekerja. Yang lebih menyenangkan adalah pada pertemuan terakhir, saat menengok teman di rumah sakit (antara tahun 1996-1997), saat saya hendak solat asyar, eh dia minta diajak. Padahal, yang saya tahu dia non-Muslim. Alhamdulillah, ternyata dia telah menjadi mualaf.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentar Mbak.
      Salam hormat pula di awal minggu…

    • Wah, wah, wah… indah sekali kata-katanya. Saya sepakat bahwa “sesuatu akan terasa sangat berharga kala semua itu tinggal kenangan.” Itulah sebabnya, saat menyadari betapa berharganya sesuatu yang telah terjadi, kadang orang berkhayal andai saja bisa mengulang semua itu…

  2. Saya suka seri cerita “Kenangan Dibuang Sayang” karena bagaimanapun juga kenangan telah memberikan warna bagi kehidupan kita. Khusus untuk kenangan di atas, waoow….. dahsyat luar biasa angin mamiri-nya…

    • Syukurlah bila suka membaca membaca seri cerita “Kenangan Dibuang Sayang” yang ada. Semoga dapat diambil manfaatnya. He… he… he… memang dahsyat angin mamiri-nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s