15 comments on “Teater Peron Surakarta Berusia 26 Tahun

  1. Mas Raden ternyata dulu aktif di pentas teater. Mantab!
    Kalo saya masih sebatas menikmati nontonnya saja, seperti Teater Gandrik, Teater Koma dan terakhir melihat latihannya Bengkel Teater-nya alm WS.Rendra yg mengangkat karyanya kembali “Mastodon & Burung Kondor”

    • Iya Mas Iwan, sekedar ikut kegiatan. Setidaknya untuk referensi agar bisa berbagi pengalaman dengan siswa-siswa saya saat mengajarkan materi drama. Kebetulan pada mata pelajaran yang saya ampu, materi tersebut ada di dalamnya.

      Wah, pengalaman Mas Iwan pun tak kalah mantap, saya malah belum pernah nonton langsung pementasan Bengkel Teater dan Teatern Koma. Padahal di samping Gandrik, 2 kelompok teater tersebut termasuk idola saya.

  2. Assalamu’alaikum,

    Maaf Pak, lama tak berkunjung ke sini.

    Selamat Milad ya untuk Teater Peron Surakarta yang ke 26, semoga tetap jaya dan makin kreatif tentunya. Bicara soal teater saya jadi ingat acara perdana saya dulu di MTs, ikut teater. Asyik, semangat tapi bingung juga karena yang pertama, hehehe….
    Semoga suatu saat nanti saya menjadi bagian dari penonton Teater Peron Surakarta. Amien.

    Terima kasih.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Memang, menghadapi Ujian Nasional membuat perhatian menjadi tersita. Namun, refreshing pun perlu dilakukan agar pikiran dan perasaan tidak tegang. Salah satunya ya berselancar di dunia maya dengan berkunjung ke blog-blog teman.

      Wah, punya pengalaman berteater pula ya, tulis dong pengalamannya, pasti mengasyikan. Mudah-mudahan ada manfaat yang bisa diambil.

      Salam selalu…

  3. Assalamu’allaikum…
    Salam Budaya
    senang rasanya bisa bertemu ‘alron’ di sini….
    meski belum pernah secara nyata berjumpa…

    saya suka lgu ini

    Penghujung Musim

    Intro: Am E F E Am E

    Am E
    Sudah semestinya dedaunan

    Dm E Am
    Kering dirontokkan angin

    Dm Am
    Sebab angin di penghujung musim

    E F E Am
    Senantiasa membawa perubahan

    Dm Am
    Pada siklus kehidupan

    Dm E Am
    Maka tak jua daun

    Dm Am
    Ranting-ranting pun kembang yang layu

    F E
    Segera menjelma baru

    F E F E
    Dan saatnya aku nanti penghujung musim

    F E F E Am
    Dedaunan bersemi menari ranting-ranting

    Dm E Am
    Yang digoyang angina

    Am E
    Sementara angin pun mekarkan

    Dm E Am
    Kembang di tiap pohon

    Dm Am
    Kemudian jemari terjulur

    E F E Am
    Memetik dan suntingkan

    Dm Am
    Pada rambut kusamku

    Dm E Am
    Sambil jaga smerbaknya

    Dm Am
    Pada rambut kusamku

    F E Am
    Sambil jaga smerbaknya

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Alhamdulillah, saya senang ada yang menyapa saya sebagai “alron”, meski keberadaan saya sebagai “alron” tidak begitu aktif karena kurangnya informasi. Itulah sebabnya, saya posting tulisan tentang “Peron” sebagai pelepas rindu yang menggebu…

      Wah, wah, wah…. lagu “Penghujung Musim” itu membuat saya makin rindu. Terima kasih, kebetulan aransemennya saya agak lupa. Waktu itu Mas Santoso-lah yang berperan menjadikan puisi sederhana menjadi sebuah lagu yang enak dinikmati. Kalau ada, yang “Perjalanan” pun saya berharap bisa mendapatkannya agar bisa dinyanyikan para siswa saya.

      Terima kasih atas kunjungan dan atensi Dik Kurnia.
      Salam Budaya….!

  4. Nderek seneng, taksih wonten rencang ingkang tansah imut lan ngimutaken PERON. Mugi sedoyo ingkang sampun kalampahi sesarengan tansah maringi manfaat ugi manfaati dumateng sanes. Sugeng sonten Den Mas Koesdar. Nuwun

    • Alhamdulillah, mugi Mas Bambang remen ing penggalih nalika maos seratan menika. Inggih namung menika ingkang saged kula aturaken kangge nguri-uri “Peron” ingkang sampun maringi pinten-pinten manfaat dumateng kula piyambak, mbok bilih ugi dumateng sedaya anggota tuwin alumninipun.

      Salam kangen…😀

  5. Kangen dengan suasana saat masih bersama-sama di peron, dengan kehangatannya, dengan gurau candanya, terkadang juga kegilaannya, hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s