6 comments on “Cerpen: K o r b a n

    • Memang begitulah Mbak Nisa. Entah kapan orang-orang yang besar mau menghargai yang kecil. Entah sampai kapan nasib orang kecil akan terus diremehkan oleh orang-orang besar…

  1. Assalmu’alaikum,

    Beginilah hidup zaman sekarang, tidak mau mengalah. Merasa dirinya paling hebat, paling berguna dan paling berpengaruh. Keegoisan seolah-olah adalah harga mati. Jabatan dan harta menjadi priorotas utama mengalahkan rasa kemanusiaan dan hati nurani.

    Ceritanya benar-benar membuat saya geregetan. Dua kubu sama-sama keras. Bukan memakamkan orang lain, akhirnya diri sendiri juga dimakamkan.

    Terimakasih pak, untuk sebuah pelajaran yang begitu berharga. Saya tunggu cerpen selanjutnya.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Mbak Amanah ini kok senangnya geregetan. Memang sih, kalau di kehidupan nyata ada yang seperti itu ya tentu saja bikin geregetan. Mestinya kan mendahulukan tujuan utamanya dulu, nggak usah mikirin ego pribadi tentang pangkat, jabatan, maupun kekayaan seseorang. Kasihan jenazahnya kan. Mereka yang mestinya sudah tenang di alamnya malah masih terbebani oleh pangkat, jabatan, dan harta yang telah ditinggalkan.

      Terima kasih atas apresiasinya, salam kreatif selalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s