19 comments on “Perlunya Guru Berintrospeksi

  1. Terimakasih sharing review-nya, Mas Raden. Ada 25 Kesalahan Fatal yang diulas, wah.. menarik sekali untuk diketahui. Sungguh buku yang wajib dimiliki oleh para insan pendidik.

    • Terima kasih juga atas apresiasi Mas Iwan. Sengaja buku tersebut saya ulas sedikit kemudian saya tampilkan di media ini agar banyak yang mengetahui (khususnya para guru). Syukur-syukur bisa dijadikan sebagai sarana introspeksi diri, demi upaya peningkatan kualitas dan keikhlasan kinerja.

  2. Sebenarnya beberapa contoh perilaku dalam buku tersebut, kita sering melakukan namun tidak kita sadari jika hal tersebut ternyata merupakan hal-hal yang tidak sepantasnya kita lakukan, smg dgn resensi ini syukur bisa membaca bukunya langsung ada langkah perbaikan buat kita selaku pelaku dunia pendidikan, matur nuwun, Pak atas resensinya.

    • Matur nuwun juga atas komentarnya, Pak Imam. Memang kesalahan-kesalahan yang disebutkan dalam buku tersebut ada pada diri kita. Tinggal kita mau menyadari atau tidak. Kalau sudah mau menyadari, tentunya ya mau berusaha untuk memperbaiki.

      Bila Pak Imam ingin membaca bukunya, silakan berkunjung ke perpustakaan. Di sini tersedia 3 buku tersebut.

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden….

    Sepanjang bergelut dalam dunia keguruan (mengajar guru pelatih) selama 18 tahun, saya sudah menemui banyak kekuatan dan kelemahan guru-guru di peringkat latihan lagi. Jika guru pelatih tidak menunjukkan minat dalam latihan perguruan mereka, kemungkinan besar apabila berada di lapangan sebenar akan berakibat lebih fatal.

    Tingkah laku yang tidak mencerminkan sifat seorang guru sebenar guru, akan mengakibat kerosakan kepada kemenjadian pelajar yang diajarnya. Masya Allah, apakah di Indonesia, ada guru-guru yang merokok, main hp, makan dan tidur semasa mengajar. Bagi saya itu keterlaluan, memalukan guru-guru yang berdedikasi dan bisa aja buang guru seperti ini. Jika ia menyalahi etika dan sumpah kerja yang ada dalam bidang pendidikan.

    “Tegal nila setitik, rosak susu sebelanga”

    Kalau di Malaysia, sikap seperti ini sudah bisa diambil tindakan disiplin oleh pihak kementerian (jika ada laporan di peringkat bawahan (ana murid, ibu bapa atau sekolah). Para guru harus sedar, ada amanah yang besar ditanggung atas pundak mereka untuk diselesaikan. Bukan makan gaji buta dan mengisi perut keluarga dengan gaji yang tidak halal atas kerja semborono mereka.

    Takutlah kepada Allah kerana Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Kerjaan guru bukan mudah dan jangan pula dipermudahkan.

    Guru Sebenar Guru: ke sekolah tidak jemu, mengajar tidak lesu.

    Salam sejahterada hormat selalu.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Tentunya buku tersebut disusun berdasarkan suatu pengamatan dan penelitian terhadap fenomena yang terjadi di lembaga pendidikan. Dengan begitu, kesalahan-kesalahan fatal seorang guru yang diungkapkan tentunya pernah (benar-benar) terjadi di lapangan. Bila memang benar-benar terjadi, sungguh suatu hal yang memalukan bagi dunia pendidikan karena bisa berdampak buruk bagi output sebuah lembaga pendidikan. Bagaimana mungkin sebuah lembaga pendidikan bisa menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam kemampuan akademik, tetapi juga unggul dalam karakter mulia, bila yang menanamkan nilai-nilai didik telah memberikan contoh perilaku yang buruk.

      Sebenarnya guru-guru seperti itu bisa saja mendapatkan sanksi yang tegas, namun sejauh ini belum ada pihak-pihak yang memberikan laporan mengenai hal itu. Alhamdulillah, di madrasah saya tidak lagi dijumpai adanya guru yang merokok, main HP, maupun makan dan tidur ketika mengajar. Entah kalau kesalahan-kesalahan yang lain, saya kurang memperhatikan.

      Memang bila kita mau menyadari sepenuhnya bahwa betapa mulia amanah yang kita emban sebagai seorang pendidik, hal-hal yang memalukan tadi takkan pernah terjadi. Mudah-mudahan Allah Swt senantiasa membimbing dan menjaga kita kaum pendidik untuk bisa melaksanakan amanah sebagai seorang guru yang sebenar-benarnya guru.

      Terima kasih Mbak atas diskusi yang menarik ini. Salam sejahtera dan hormat pula senantiasa…

  4. Assalamu’alaikum…

    Saya hanya bisa berharap dan berdoa, mudah-mudahan teman guru yang masih melakukan kesalahan fatal seperti itu segera mendapatkan kesadaran untuk mau mengubah perilakunya.

  5. Ping-balik: GURU TELADAN « ats tsaqofi

  6. Ping-balik: Perlunya Guru Berintrospeksi | Blokdhe Banyumanik

  7. menurut bapak kelemahan dan keunggulan dari buku ini apa ya pak? hehehehe . . . . 🙂 , dan kesan dari buku ini🙂 , tambah lagi keunikannya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s