21 comments on “Selamat Tahun Baru Kawan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden…

    Selamat Tahun Baru… bukan bererti kita menjadi baru pada tahun-tahun yang baru muncul. Masa bukan hitungan angka tetapi manusia memaksa diri untuk mencari penyelsaian dengan masa. Baru adalah selalu baru dalam kehidupan kita.

    Saya sungguh terkesan dengan kata bahasa dan rona bicara dari Kiyai yang mulia, K.H. Mustofa Bisri. Pesannya sangat inspiratif dan menyusuk ke hati. Saya mengamati susan nada yang benar-benar resah terhadap apa yang berlaku kepada dunia manusia yang penuh dengan cinta materi dan kuasa berjela.

    Sungguh, setiap hari itu sepatutnya hari baru buat kita, sepanjang tahun adalah tahun baru untuk kita menilai diri menjadi hamba Allah SWT yang mukminin dan muttaqin.

    Alhamdulillah, banyak manfaat yang bisa kita perolehi dalam perkongsian ilmu ini. Terima kasih menghadirkan ungkapn indah tahun baru yang menjernihkan jiwa. Semoga mas Raden dan keluarga sentiasa diberkati Allah SWT. Aamiin.

    Selamat Tahun Baru 2013.
    Salam hormat takzim dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Banyak terjadi “kesalahkaprahan” dalam menyikapi datangnya tahun baru, seolah tahun baru akan mendatangkan segala sesuatu yang baru, sehingga meninggalkan (melupakan) yang lama. Padahal tahun baru hanyalah sekedar istilah, tidak akan berarti baru bila sikap dan tindakan kita dalam menjalani kehidupan ini tetap seperti sebelumnya, tanpa ada perubahan yang berarti.

      Kemeriahan pesta dan hura-hura terlihat lebih diutamakan dalam setiap penyambutan tahun baru, hingga melupakan bahwa pada saat yang sama masih banyak saudara-saudara kita yang menderita, bahkan sedang tertimpa kemalangan. Itulah sebabnya, saya sepaham dengan puisi Gus Mus, yang lebih mengajak kita untuk merenung tentang hidup, tentang pertanggungjawaban terhadap Sang Pemberi Hidup. Kegembiraan boleh-boleh saja, asal tidak berlebihan dan tetap disertai dengan pemikiran bagaimana menjalani kehidupan di tahun yang baru ini.

      Terima kasih atas doanya, Mbak. Doa yang sama saya sampaikan pula untuk Mbak Fatimah sekeluarga di Sarikei Sarawak. Semoga Allah Swt mengabulkan. Amin.

      Selamat Tahun Baru 2013.
      Salam hormat penuh takzim senantiasa…

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Mudahan apa yang berlaku dalam dunia masa kini dengan segala kemelut sosial yang sedang melanda akan menjadikan kita lebih bersyukur kerana kita diberi kesedaran untuk tidak menjadi sebahagian dari mereka.

    Mudahan kesedaran betapa membazirnya acara secara materi dalam setiap sambutan tahun baru dapat disinggung oleh pihak pemerintah. banyak gangguan yang berlaku seperti acara petasan (bunga api) yang tentunya mahal sekali belanjanya. Alangkah baik kalau uang itu disalurkan kepada rakyat miskin yang lebih memerlukan.

    Terlihat kita umat Islam sendiri yang melebihi non-muslim dalam sambutan tahun baru sedang tahun hijrah tidak demikian rupanya. Allahu Akbar.

    Salam sejahtera dan sukses selalu.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Amin ya Robbal ‘alamin… Mudah-mudahan segala kesulitan yang terjadi bisa membuat kita menjadi lebih bersyukur atas nikmat Allah Swt, sehingga menjadikan kita sadar akan hakikat hidup manusia.

      Betul sekali Mbak, kenapa kegiatan-kegiatan yang lebih menekankan keglamoran dan hura-hura terkesan lebih menonjol, padahal masih banyak kegiatan yang lebih bermanfaat. Tidak bermaksud mengurangi hak orang untuk bersenang-senang dengan harta mereka, tetapi hendaknya muncul pula tenggang rasa terhadap sesama. Semoga pemerintah memberi perhatian terhadap masalah ini.

      Untung saja peringatan Tahun Baru Hijriah tidak dilaksanakan dengan hura-hura, membakar petasan, pentas musik yang hingar-bingar, dan sejenisnya. Kalau sampai begitu, hanya “tanda tanya” yang muncul di hati kita.

      Salam penuh kedamaian di tahun baru…

  3. Bismillah..
    Aah… diri ini jadi tersindir dengan perilaku dan perangai selama ini.. jangan-jangan terlalu menuruti hawa nafsu yang tidak ada ujung kepuasannya. Terima kasih atas puisinya… sekaligus jadi muhasabah buat diri dan motivasi di masa yang akan datang agar tidak terus diperbudak nafsu…
    Subhanalloh

    • Alhamdulillah bila diri merasa tersindir, berarti masih punya perasaan, he..he..he…! Mudah-mudahan isi puisi di atas bisa dijadikan bahan renungan untuk bermuhasabah agar kehidupan kita mendapatkan kebaikan yang sebenarnya.

    • Oke, dengan malu-malu pula kuucap terima kasih karena dikau telah sudi mampir di blog ini. Insya Allah, masih dengan malu-malu ku akan segera meluncur ke sana.

  4. Subhanallah, puisi yang sangat menyentuh nurani, ternyata diri ini masih jauh dari apa yang disebut mukminin apalagi muttaqin, tetapi semoga kita semua tersadarkan dan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik sesuai kadar kemampuan kita masing-masing…amin

    • Betul Pak, rangkaian kata dengan rona bahasa pada puisi tersebut memang sangat menyentuh perasaan, apalagi yang tertuliskan adalah sesuatu yang sering terjadi. Mudah-mudahan setelah mencermati makna yang terkandung di dalamnya, kita mampu bermuhasabah dan berusaha untuk selalu melakukan yang terbaik.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasi Bapak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s