8 comments on “Puisi Tahun Baru 1434 H

    • Betul, awal tahun memang selalu menjadi momen yang tepat untuk mebenahi langkah dalam usaha menuju kebaikan dan kesempurnaan. Untuk itulah, kita mesti senantiasa berdoa agar diberi kesempatan dan kemudahan mencapai kebaikan dan kesempurnaan itu.

      Selamat tahun baru juga…

  1. Subhanallah, puisinya ringan tetapi penuh makna tersirat.
    Saya menyenangi kata-kata ini:

    agar setiap noda tak lagi menyapa
    agar setiap dosa tak lagi berada
    agar setiap mendung tak lagi memayung
    agar setiap bayang menjadi kenangan
    agar warna kelabu menjadi abu

    wahai sang waktu,
    kini saatnya kau kenakan
    pakaian barumu yang putih bersih
    dengan taburan melati di sana-sini
    dengan untaian doa di segala masa
    dengan khusyuk yang terus menusuk

    Saat membaca setiap rangkai kata berganda yang membawa jawabannya, saya merasakan sentuhan katanya yang tentu mengingati kita tentang apa yang telah berlaku dan seharusnya bakal ditempuh untuk menyambut tahun baharu hijriyyah ini. Sungguh mengasyikkan.

    Salut ya untuk keindahan bahasa dan tata letak kata yang saling berkait sapa.
    mas Raden memang bijak mengatur bicara puitis sehingga menggugah jiwa yang membaca.

    Selamat Tahun Hijrah 1434.
    semoga banyak pengajaran yang bisa kita ambil sepanjang setahun yang telah berlalu untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah bagi menjadi muslin sejati yang mencintai agamanya. Aamiin.

    Salam hijrah dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Alhamdulillah bila Mbak Fatimah menyukai puisi sederhana tersebut.

      Puisi ini sebenarnya hanyalah sekedar untuk bermuhasabah diri atas segala sesuatu yang telah dan tengah saya jalani sebagai makhluk-Nya. Setiap pergantian tahun, musim pun berganti. Masa-masa lalu pun mesti berubah baru. Ada yang mesti berubah meskipun langit tak selalu ramah.

      Untuk itulah, selalu ada harapan yang terselip di antara doa awal tahun yang kita panjatkan, harapan agar kehidupan di masa-masa esok lebih baik dari yang telah berlalu, agar setiap noda tak lagi menyapa/ agar setiap dosa tak lagi berada/ agar setiap mendung tak lagi memayung/ agar setiap bayang menjadi kenangan/ agar warna kelabu menjadi abu/

      Harapan ini pun menjadi lebih terlihat pada: kini saatnya kau kenakan/ pakaian barumu yang putih bersih/ dengan taburan melati di sana-sini/ dengan untaian doa di segala masa/ dengan khusyuk yang terus menusuk/ Dan, agar harapan-harapan itu bisa terwujud, tentunya perlu terjaga keteguhan dan kesucian iman.

      Mengenai tata letak dan keindahan bunyi bahasa yang ada, memang saya usahakan untuk bisa berkait sapa. Setidaknya hal itu memberi kemudahan dan kenikmatan bagi saya untuk membacakan di depan khalayak.

      Terima kasih atas apresiasi Mbak Fatimah, Selamat Tahun Hijriah 1434 untuk Mbak sekeluarga di Sarikei, Sarawak.

  2. Subhanallah… senang dengan puisinya, sangat menyentuh dan mengingatkan kita akan hakikat hidup. Mesti ada perubahan dalam hidup ini, hijrah ke suasana yang lebih baik…

    Salam Tahun Baru Hijriah 1434…!

    • Syukur alhamdulillah bila sahabat di Blokdhe Banyumanik suka dan bisa mengambil hikmah yang ada. Memang harus ada usaha untuk hijrah menuju ke hal-hal yang baik dan meninggalkan masa lalu yang kurang baik. Masa lalu hanyalah kenangan untuk meotivasi perubahan diri ke arah kebaikan.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s