19 comments on “Cegah Pikun dengan Membaca!

    • Wah, jangan-jangan Mbak Ika sudah terlalu penuh ilmunya nih, bagi-bagi dong
      Alhamdulillah bila Mbak Ika suka baca, mudah-mudahan setelah membacanya dengan penuh perasaan Mbak Ika tidak hank lagi.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya, salam selalu…

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden…

    Alhamdulillah, semakin bertambah pengetahuan saya tentang penyakit lupa akibat gejala-gejala yang disebut di atas. memang salah satu usaha mengelak pikun dan lupa ingatan ini adalah dengan membaca. Hal ini ditegaskan melalui surah al-Alaq yang mana Allah swt menyeru manusia untuk mengusahakan dirinya membaca supaya menjadi bijak sana dan tidak sesat hidupnya.

    Malah definisi membaca juga seharusnya lebih diluaskan bukan sekadar membaca buku tetapi juga membaca dengan mata, telinga, sentuhan dan apa sahaja melalui panca indera yang lain. Jangan lupa membaca al-Quran kerana ia adalah sumber segala penawar penyakit yang ada dalam jiwa manusia yang terhasil dari cara fikir yang sumbang dan songsang.

    Saya menyenangi kelebihan membaca buku yang disarankan oleh Dr. “Aidh Abdullah al-Qarni. Beliau adalah penulis favorit saya. Banyak buku tulisannya memenuhi ruang pustaka mini di rumah saya.

    Orang yang bijak akan menggunakan waktu terluang dengan banyak membaca dan berfikir. menulis juga merupakan satu aktivitas pembacaan yang merangsang otak menjadi muda dan segar.

    Ayuh, mari menulis dan terus menulis selain membaca apa yang dihasilkan oleh diri sendiri dan orang lain. Postingan yang sangat menarik untuk kita fahami kebaikan yang tersirat di dalamnya.

    terima kasih mas Raden telah membuka minda dan mata untuk selalu mengulit diri dengan membaca.

    Salam takzim dan hormat dari saya.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb, Mbak Fat….

      Saya bersyukur bila tulisan tersebut bisa menambah khasanah ilmu pengetahuan. Ide itu pun muncul saat saya mendapat wawasan mengenai beberapa ciri-ciri orang terindikasi pikun, juga upaya pencegahan yang salah satunya dengan membaca. Untuk itulah ide tersebut saya kembangkan dari beberapa sumber referensi agar dapat diambil hikmahnya oleh orang lain.

      Memang, definisi membaca mestinya tidak sekedar membaca buku. Membaca buku hanyalah sekedar contoh sempit, perluasannya tentu saja dapat berupa membaca dari media-media yang lain, tidak hanya membaca dengan mata namun bisa pula membaca dengan telinga, dengan hati, atau dengan indera yang lain. Intinya adalah membiasakan diri untuk mensyukuri nikmat Allah berupa kemampuan membaca, melatih otak atau fasilitas lain dari Allah Swt di tubuh kita agar terbiasa aktif.

      Membaca Alquran dan meresapi maknanya tentu saja paling utama di dalam kegiatan membaca karena dapat membersihkan jiwa dari kotoran-kotoran hati, sehingga batin menjadi jernih dan mampu berpikir positif untuk mengembangkan kebaikan.

      Mengenai Dr. “Aidh Abdullah al-Qarni, saya berharap Mbak Fatimah sekali tempo berkenan membuat tulisan tentang beliau atau mengupas salah satu karya beliau. Saya tunggu lho Mbak…

      Terima kasih atas masukan Mbak Fat yang sangat berharga ini. Diskusi yang menyenangkan karena mampu menambah wawasan saya, khususnya di dunia membaca dan menulis.

      Salam hormat dan takzim pula dari saya…

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Terima kasih atas info tentang pikun dan membaca ini Pak. Ternyata manfaat membaca tidak hanya memberi tambahan ilmu pengetahuan saja ya, lebih dari itu bisa mencegah berjangkitnya kepikunan di usia dini. Mudah-mudahan dengan membaca tulisan tersebut, banyak yang menjadi tergugah untuk aktif membaca.

    Salam selalu dari Galeri Siswa…

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Memang manfaat membaca tidak hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan namun bisa pula untuk mencegah berjangkitnya kepikunan di usia dini. Hal ini disebabkan oleh jaringan otak kita yang menjadi terbiasa untuk aktif bekerja.

      Untuk itulah, saya salut dengan teman-teman di “Galeri Siswa” yang aktif menulis apa saja karena untuk bisa aktif menulis dengan baik diperlukan pula aktivitas membaca yang intens. Teruskanlah aktivitas itu, setidaknya agar terhindar dari kepikunan di usia dini.

      Salam kreatif selalu…

  3. Assalamu’alikum wr. wb.

    Trima kasih atas wawasan tentang membaca ini, dengan begini insya Allah aku akan terus giat membaca buku. Membaca memang seperti mengelilingi dunia.

    Dan saya sangat trima kasih kepada Bapak Yoko yang selalu memotivasiku, dan mengenalkan manfaat yang luar biasa dari membaca. Semoga dengan ilmu pengetahuan dan saran-saran yang Bapak berikan, Allah akan membalas kebaikannya. Amien

    Tapi ada satu keluhan dari saya, terkadang ketika saya membaca buku, mengapa saya kurang bisa dalam menyerap isi suatu buku yang saya baca, apakah kurang konsentrasi atau bagaimana, terutama dalam membaca buku pelajaran.

    Mohon masukannya. Terima kasih.🙂

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Alhamdulillah bila tulisan tersebut bisa mendatangkan manfaat dan membuat Mas Mahfudz menjadi lebih giat membaca. Betul sekali, dengan membaca kita seolah bisa mengelilingi dunia meski tanpa beranjak dari tempat kita. Dengan membaca kita menjadi mengetahui hal-hal yang terjadi di luar diri kita.

      Terima kasih atas doa Mas Mahfudz, semoga Allah Swt senantiasa memberi kebaikan pula pada kehidupan Mas Mahfudz. Yang jelas sebenarnya, dengan memotivasi orang lain pada hakikatnya juga memotivasi diri sendiri.

      Mengenai kekurangbisaan kita dalam menyerap isi buku yang kita baca, barangkali karena kurangnya konsentrasi dalam melakukan kegiatan tersebut. Mungkin yang dapat kita lakukan adalah memperbaiki niat kita dalam melakukan kegiatan membaca. Mudah-mudahan Allah Swt memberi kemudahan bagi kita dalam melakukan kebaikan.

      Salam kreatif selalu…

      • Terimakasih atas masukan dari Bapak.
        Ya memang semua berawal dari niat kita juga, apabila niatnya baik pasti bisa bermanfaat.

        Ada yang mau saya tanyakan lagi kepada Bapak, apakah ada tahapan dalam menyerapi bacaan, karena saya baru mulai suka membaca, jadi belum sepenuhnya bisa saya serapi, terkadang malah baru di baca 1 menit lansung lupa.

        salam kreatif juga…

  4. ibarat pisau, semakin diasah akan semakin tajam, bila tidak pernah diasah lama kelamaan akan tumpul. demikian pula dengan otak, bila sering dipakai (membaca merupakan kegiatan yang memakai otak) maka akan semakin cemerlang, tetapi bila tidak pernah dipakai akan semakin tumpul. akhirnya menjadi pikun. begitukah??

    • Ya memang begitulah…
      Ada peribahasa yang senada, belakang parang pun tajam bila diasah, begitu pula tentunya dengan otak manusia. Meski tumpul, bila terus-menerus dilatih untuk beraktivitas (salah satunya: membaca) pastinya akan menjadi tajam, menjadi bermanfaat.

      Terima kasih atas apresiasinya, salam selalu…

  5. Pikun di usia dini? Idiih, ngeri membayangkannya. Lebih baik mencegah daripada menderita. Iya lah, aku mau rajin baca agar otak terbiasa beraktivitas. Trims infonya ya Mas…

    • Memang mengerikan Mbak bila kita terjangkit kepikunan di usia dini. Itulah sebabnya kita mesti membiasakan otak kita untuk terus beraktivitas, yang salah satunya dengan membaca. Bila belum memiliki ketertarikan untuk membaca, bisa dilatih dengan mencari bacaan-bacaan yang ringan dulu, seperti humor atau cerita lucu, baru kemudian meningkat ke bacaan yang lebih memerlukan pemikiran.

      Oke Mbak Yuliie, selamat membaca!

  6. Asslaamu’alaikum wr.wb, mas Raden…

    Dalam kesempatan yang ada (sibuk) hari ini, saya dengan hati yang tulus ikhlas ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IEDUL ADHA 1433H.

    Semoga takbir yang bergema membawa seribu keberkatan bersama-sama erti pengorbanan sebenar.
    MAAF ZAHIR DAN BATIN.

    Salam Iedul Adha yang mulia dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Terima kasih Mbak Fatimah, yang telah menyempatkan diri di tengah kesibukan yang ada untuk berbagi ucapan selamat. Mohon maaf sekali karena mestinya saya pun bisa seperti itu. Namun, kesibukan di Hari Raya Iedul Adha kali ini tidak memungkinkan saya untuk “berselancar” di dunia maya.

      Hanya permohonan MAAF LAHIR DAN BATIN yang pantas saya persembahkan \pada Mbak Fatimah, di samping ucapan SELAMAT IEDUL ADHA 1433 H. Kumandang takbir dan tahmid yang membahana dan pengorbanan yang ada, semoga merasuk di dalam jiwa. Mudah-mudahan Allah Swt meridai.

      Terima kasih, salam Iedul Adha untuk Mbak Fatimah sekeluarga di Sarikei Sarawak…

    • Nah, kesadaran akan budaya membaca itulah barangkali yang perlu kita dengungkan, yang salah satunya dengan menyampaikan manfaat dari membaca untuk mencegah pikun. Siapa tahu, karena tidak mau menderita pikun akhirnya masyarakat jadi mau membaca.

  7. Ping-balik: Cegah Pikun dengan Membaca! | Erwan Puji Rahayu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s