23 comments on “Belajar Menyusun Resensi Novel

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Terima kasih Pak atas info tentang “resensi” ini. Kebetulan sedang dapat tugas untuk menyusun resensi nih. Semoga info penting ini dapat bermanfaat pula bagi yang lain.

    Salam selalu…

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Alhamdulillah bila tulisan tersebut bisa bermanfaat. Semoga setelah mencermati hal-hal yang berkaitan dengan resensi di atas, tidak mengalami kesulitan yang berarti dalam mengerjakan tugas.

      Terima kasih atas atensinya…

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Syukur alhamdulillah, Pak. Saya senang bila ternyata tulisan tersebut benar-benar bisa menginspirasi Bapak untuk tertarik mempraktikkannya. Mudah-mudahan kreativitas dalam menyusun resensi dapat terus dikembangkan, sehingga mampu mendatangkan manfaat.

      Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya…

  2. Bismillah….
    Sayangnya saya belum meresensi sebuah bukupun. Kalau baca buku suka, tapi baru sebatas mencatat hal yang menarik dari buku ke dalam buku pribadi.
    Btw bagaimana bisa menjadikan hal itu menjadi resensi. Dan apakah buku lama juga bisa kita resensi?

    • Mencatat hal-hal yang menarik dari buku pun sudah merupakan kegiatan mengapresiasi buku yang baik. Tinggal langkah selanjutnya memberikan komentar mengenai keunggulan dan kelemahan yang ada.

      Menurut saya, buku baru atau lama sama-sama bisa diresensi, meski biasanya yang diresensi adalah buku baru dengan maksud untuk mempromosikan buku tersebut.

      Terima kasih atas apresiasinya, selamat berkreativitas.

  3. Menurut saya, membuat resensi atau ulasan buku, sajak, novel dan apa sahaja bukan perkara yang mudah jika tidak dijiwai dengan baik.

    Malahan pembacaan secara ulangan akan menguatkan penemuan dalam pelbagai aspek yang difikir membantu mengeluarkan ide-ide menarik dan mengesankan di samping memberi pendapat secara pro dan kontra dari apa yang diperolehi melalui pemikiran penulis untuk dikongsikan bersama sebagai menguatkan apa yang kurang dan membaiki apa yang menjadi kelemahan.

    Minat dan kesungguhan banyak membantu dalam menghasilkan resensi yang baik.
    Salam ceria di penghujung pekan.

    • Memang benar Mbak, segala sesuatu (tentunya untuk hal-hal yang baik) akan lebih mengena hasilnya bila disertai dengan penjiwaan. Termasuk di dalamnya saat menulis resensi. Dengan menjiwai isi buku yang kita resensi akan memudahkan kita dalam memberikan apresiasi mengenai kualitas buku tersebut.

      Membaca secara berulang merupakan salah satu cara agar kita menjadi lebih memahami isi buku, sehingga tidak mengalami kekeliruan dalam memberikan komentar. Di samping itu, untuk memberikan saran masukan demi peningkatan kualitas karya di masa yang lain. Dan, yang lebih penting pula seperti yang Mbak katakan “minat dan kesungguhan banyak membantu dalam menghasilkan resensi yang baik.”

      Terima kasih atas masukan yang berharga, salam selalu…

    • Betul sekali Mas Adi, prinsip 5W + 1H dalam naskah berita dapat pula kita terapkan untuk mengetahui hal-hal yang terdapat dalam buku tersebut. Nah, selanjutnya hal itu bisa kita jadikan sebagai pijakan untuk memberikan apresiasi atau penilaian terhadap keunggulan dan kelemahan buku.

      Terima kasih atas kunjungan dan sumbang sarannya, Mas Adi…

  4. Ping-balik: Belajar Menyusun Resensi Novel | perpustakaanmandua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s