12 comments on “Tanda Koma dan Kesalahan Komunikasi

  1. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Baru sempat komentar nih, yang penting kemarin sudah nge-klik “liked”. Wah, ada-ada saja ya Pak. Itu lho, kami geli dengan contoh penggunaan tanda koma pada pesan yang ditulis penggembala kambing. dampaknya bisa sampai sebegitu ya…

    Terima kasih atas masukan ilmunya, salam selalu…

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      He… he… he… Memang begitulah dampak yang diterima bila tidak mengindahkan penggunaan tanda baca pada tulisan. Itu hanya sekedar contoh. Khusus bagi para siswa, penggunaan tanda baca (termasuk tanda koma) dan ejaan merupakan salah satu materi pelajaran Bahasa Indonesia yang selalu diujikan dalam Ujian Nasional, Seleksi Masuk Perguruan Tinggi, bahkan pada Seleksi CPNS. Nah, agar sukses mengerjakan soal-soal tersebut, tentu saja perlu pembiasaan penggunaan tanda baca dan ejaan dalam kegiatan menulis sehari-hari.

      Semoga bermanfaat, terima kasih atas apresiasinya…

  2. Assalamu’alaikum Wr. Wb…

    Setuju Pak. Hal-hal yang berkaitan dengan komunikasi tertulis, khususnya dalam surat-menyurat, sering kali kurang mendapat perhatian mengenai tata aturan persuratannya, termasuk di dalamnya tentang ejaan dan tanda baca. Padahal, kalau masalah ini kita tekuni akan menghindarkan kita dari kesalahan atau masalah. Atau paling tidak, dengan memperhatikan tata aturan yang berlaku kita wujudkan kecintaan pada bahasa Indonesia, bahasa kita tercinta.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Saya sependapat bahwa salah satu bentuk rasa cinta pada bahasa kita adalah dengan berusaha memahami hal-hal yang berkaitan dengan bahasa tersebut, di antaranya ya dengan memahami dan mengikuti kaidah atau aturan yang berlaku. Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang cinta pada bahasa sendiri.

      Terima kasih atas kunjungan dan atensinya…

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mas Raden…

    Pembuatan ayat yang dipendekkan dengan sewenangnya telah memperlihatkan kurangnya cinta di kalangan masyakarat masa kini terhadap bahasa yang sepatutnya dilestarikan.

    Tanpa mengetahui tanda letak koma, noktah dan apa sahaja yang menjadi tanda penghubung ayat akan membawa kelainan maksud dan hingga menghasilkan kekeliruan yang berakibat kepada kekesalan. Akan ada hati yang tersentuh, terluka dan terguris tanpa diketahui.

    Saya dapati ramai yang mengambil mudah dalam mengolah ayat terutama di SMS yang memungkinkan dengan alasan tidak punya masa untuk menyempurnakan perkataannya. Sebagai pejuang bahasa, saya tidak membiasakan diri untuk menggunakan perkataan singkat dalam penulisan. saya lebih menggemari menulis ayat dengan sempurna.

    Satu pesanan dan teguran yang amat baik dari mas Raden dalam usha memartabatkan bahasa sebagai jiwa bangsa. Semoga ramai yang menyedarinya.

    Salam hormat selalu.

  4. Wa’alaikumsalam Wr. Wb, Mbak Fatimah…

    Alhamdulillah, saya senantiasa merasa senang dengan kunjungan dan apresiasi Mbak, penuh isi dan selalu mengajak untuk mengembangan gagasan. Memang ketidaktahuan mengenai tata aturan dan kaidah penulisan dapat berakibat yang merepotkan diri sendiri atau orang lain. Sangat disayangkan bila hal itu terjadi bukan saja karena ketidaktahuan namun justru karena ketidakmautahuan.

    Bila penggunaan itu terjadi saat mengolah kata dalam menulis SMS, saya agak memaklumi. Meski begitu, apa salahnya bila kita tetap berusaha untuk menulisnya secara lengkap. Bukankah tujuan menulis SMS itu untuk mengabarkan sesuatu yang mesti diketahui oleh penerima SMS? Apa gunanya kita memberi tahu sesuatu bila yang kita beritahu mengalami kesulitan dalam memahami maksud kita.

    Mudah-mudahan tulisan sederhana ini bisa menjadi perenungan bagi para pengguna bahasa. Terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya, Mbak.

    Salam hormat pula…

  5. Ternyata begitu pentingnya sebuah tanda, salah menempatkan atau tidak ada tanda malah membuat seseorang menjadi bingung.

    Apalagi sebuah tanda dalam bacaan yang memang sangat penting. Terima kasih atas pengetahuan ini, semoga akan bermanfaat untuk semua, terutama untukuku ini. hehe🙂

    • Namanya saja “tanda baca”, tentunya berfungsi membantu kita dalam membaca. Bila tanda itu keliru, mungkin keliru pula pemahaman kita terhadap isi bacaan. Untuk itulah, mari kita membiasakan diri untuk menghargai bahasa dengan mengikuti kaidah yang berlaku.

      Terima kasih pula atas kunjungan dan apresiasi Mas Mahfudz…

  6. Assalamu’alaikum…
    Kecil tapi besar pengaruhnya ya….
    Dulu saya tidak pernah menghiraukan yang namanya tanda koma, tapi sekarang penting juga ternyata. Sekarang kalau sms masih banyak komanya berarti perlu baca tulisan ini.

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

      Makanya, jangan pernah menganggap remeh yang keci-kecil. Masing-masing kan ada manfaatnya. Kalau dulu belum menghiraukan, sekarang saatnya mulai mempedulikan, oke?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s