6 comments on “Muhasabah Kalbu (2)

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Fitrah sejati adalah membesarkan Allah dan Syariat-Nya di alam jiwa.
    Di dunia nyata, dalam segala gerak
    Di sepanjang nafas dan langkah
    Semoga seperti itulah diri kita di hari kemenangan ini.

    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    Taqobalallahu minnaa wa minkum
    Shiyamanaa wa shiyamakum
    Minal ‘aidin wal faizin
    Mohon maaf lahir dan batin

    Salam Ramadhan dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb….

      Amin ya robbal ‘alamin… semoga kita termasuk orang-orang yang mendapat rida Allah Swt untuk meraih kemenangan itu.

      Selamat Idul Fitri pula untuk Mbak Fatimah beserta keluarga di Sarawak
      Taqobalallahu minnaa wa minkum
      Shiyamanaa wa shiyamakum
      Minal ‘aidin wal faizin…

      Mohon dimaafkan semua salah dan khilaf, lahir dan batin.

      Salam kembali dari Banjarnegara…

  2. Apapun yang terjadi dalam hidup kita sama ada baik atau buruk, bahagia atau derita, miskin atau kaya, berjaya atau gagal semuanya hendaklah disyukuri dengan penuh redha dan qanaah. Tidak ada satu kejadian yang Allah ciptakan untuk manusia itu sia-sia, semuanya mempunyai hikmah tersendiri yang bersifat menguji keimanan dan ketaqwaan hamba-Nya.

    Semoga kita bisa mengambil segala iktibar dari apa yang kita lalui.
    Terima kasih untuk tulisan yang sangat mencerahkan jiwa dan bisa menambah kebaikan untuk muhasabah diri.

    Semoga Allah meredhai kita dan memberi kebaikan serta rahmat-Nya untuk kita nikmati dalam kesyukuran yang panjang. Aamiin.

    • Amin ya robbal ‘alamin…
      Terima kasih atas kunjungan dan doanya, Mbak Fat.

      Begitulah Mbak, kita memang mesti mau belajar untuk senantiasa bersyukur atas setiap nikmat Allah yang kita terima. Bersyukur dengan tetap berprasangka baik, bahwa pasti ada hikmah di balik setiap peristiwa yang kita alami, hikmah yang akan membawa kita ke arah kebaikan.

      Mudah-mudahan kita mau bermuhasabah agar perasaan kita tenang, tenteram, tidak dikuasai oleh hawa nafsu karena keikhlasan menerima nikmat Allah telah bersemayam di sanubari.

  3. Subhanallah…
    Memang kita mesti bersyukur, apapun nikmat yang Allah limpahkan pada kita. Sebab, bila kita berpikir ke dalam apa yang telah kita lakukan bagi jalan Allah belum sebanding dengan nikmat yang kita rasakan.

    Tulisan yang sangat mencerahkan, Pak…

    • Terima kasih atas apresiasinya, Pak.

      Memang tidak sepantasnya bila kita menghitung-hitung nikmat Allah Swt. yang kita terima karena tak mungkin mampu kita menghitungnya dengan tepat. Apalagi bila kita bandingkan dengan apa yang telah kita lakukan di jalan Allah, tidak akan sepadan. Alangkah baiknya bila kita mengedepankan rasa syukur kita atas segala nikmat yang ada.

      Salam selalu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s