7 comments on “Mengenangmu

  1. betapa tuhan terlalu tergesa-gesa
    menjemputmu berangkat terlebih dahulu
    sedang tanganku
    belum puas mendekapmu…

    dan kau pun harus berangkat sendiri
    menjauh dari segala nyeri
    berkawan rangkaian doa
    yang mengantarkanmu ke keabadian sunyi

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Marhaban yaa Ramadhan..
    Pucuk selasih bertunas menjulang
    Dahannya patah tolong betulkan,
    Puasa Ramadhan kembali menjelang,
    Salah dan khilaf mohon dimaafkan.

    Selamat Menunaikan Ibadah puasa
    Semoga amal ibadah kita diterima Allah dan amalan kita semakin bertambah baik dari sebelumnya.

    Salam Ramadhan dari Sarikei, Sarawak.😀

    • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…
      Terima kasih atas kunjungan dan doanya

      Marhaban yaa Ramadhan..
      Saat Ramadhan datang menjelang
      Segala khilaf telah termaafkan
      Lantunan doa terus terulang
      Hanya pada Yang Maha Rohman…

      Semoga Allah Swt berkenan menambahkan kesejukan di hati, ketentraman dan kedamaian dalam hidup, keluasan ilmu yang penuh manfaat, keberkahan rizki, keindahan pribadi, ketajaman akal dan firasat, juga selalu istiqomah.

      Mohon maaf lahir dan batin..
      Semoga Allah Swt mengabulkan doa kita.

  3. Subhanallah… MENGENANGMU… sungguh mengharukan.
    Tidak terbayang sakitnya jiwa ditinggal pergi setelah kenangan indah termaterai selama hayat yang tinggal. Tidak tega adalah satu dari rasa awal dan redha setelah kenyataan digapai. Saya dapat merasai apa yang dirasakan.

    Allah lebih sayang dia daripada kita. Allah Maha Mengetahui kenapa dia dipanggil lebih awal dari kita. Semoga awal pemergiannya memberi rahmat buat mas Raden dan ibunya di sana nanti. Aamiin.

    Semoga kesabaran jadi teman dan kasih sayang mengikat sepanjang hayat kenangan dalam MENGENANGMU yang sudah jauh dari mata tetapi sentiasa dekat di hati.

  4. Terima kasih atas atensi dan doanya, Mbak…

    Begitulah perasaan saya pada saat itu, begitulah pula di saat-saat setelah itu, demikian juga saat membalas catatan Mbak Fatimah ini.

    Seringkali menitik air di mata, bukan karena tak ikhlas, bukan pula karena tak rela. Kenangan tak hendak terlupakan karena dengan kenangan itu, kesabaran dan keikhlasan menerima kehendak Illahi tengah diuji.

    Barangkali hanya doa yang mesti dilantunkan sambil menjalani hari-hari, tanpa memutuskan kasih sayang dengan “mengenangmu…”

    • Assalaamu’alaikum wr.wb…

      Saya turut menangis saat membaca balasan mas Raden di atas. Sangat mengharu dan menyentuh hati apabila seorang bapa meluahkan kesedihannya. Saya sangat mengerti itu.

      Masya Allah, benarlah firman Allah bahawa cinta kita kepada anak, isteri, harta dan apa sahaja yang menjadi milik kita, tidak akan tertanggung rasnya apabila dipisahkan, bahkan perpisahan sebentar untuk ke mana-mana aja sudah dirasakanb kerinduan yang panjang. Tidak sabar untuk bertemu semula. Inikan sebuah perpisahan yang tidak kembali lagi.

      Al-Fatihah dari saya untuk puteri yang telah membawa bersama hati orang tuanya di alam barzakh. Semoga Allah menghadiahkan senyuman indah buatnya di sana, setiap hari menanti kepulangan orang tuanya di sisinya pula untuk bersatu kembali seperti mana di dunia fana ini.

      Salam hormat selalu.

      • Wa’alaikumsalam Wr. Wb…

        Amin.. amin… amin… ya robbal ‘alamin….
        Terima kasih atas kiriman Al Fatihah dari Mbak Fatimah untuk almarhumah buah hati saya, juga atas lantunan doa yang menyertai. Semoga Allah Swt mengabulkan.

        Hanya ucapan terima kasih yang mampu saya sampaikan atas perhatian, simpati, dan empati yang Mbak berikan berkenaan dengan peristiwa yang saya alami. Mudah-mudahan Allah Swt memberi balasan pahala yang berlipat kepada Mbak Fatimah…

        Salam selalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s