9 comments on “Kebangkitan Minat Menulis, Siswa Berkaca pada Guru

  1. Saya setuju sekali bila guru (khususnya guru bahasa) memiliki pengalaman menulis, sehingga ketika mengajarkan bagaimana kegiatan menulis itu tidak mengalami kesulitan. Di samping itu, siswa dapat menjadikan guru itu sebagai teladan.

  2. Contoh adalah guru yg paling baik ya Pak? Saya kira banyak penjelasan mengapa minat guru dalam menulis rendah. Pertama mungkin budaya kita tidak terlalu mendukung untuk menulis. Kita lebih suka ngomong ketimbang melampirkan kata-kata pada sehelai kertas. Terus juga mungkin karena rendahnya minat baca. Apa yang mau ditulis jika tak satupun ide yg nempel di kepala karena jarang dimasuki informasi yg sifatnya memprovokasi pikiran.? Salam menulis Pak🙂

    • Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya. Memang begitulah kenyataan yang sering terjadi di lapangan. Untuk itulah, karena menjadi contoh setidaknya kita mau berusaha. Begitu kan?

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb….

    Penulisan ini memberi pandangan yang mantap untuk difahami oleh pelajar dan guru agar berganding bahu dalam meningkatkan mutu penulisan dalam apa juga coretan yang dikehendaki. Saya bersetuju bahawa guru adalah cermin bagi pelajar untuk berminat dalam aktiviti pembelajarannya. Guru harus berperanan untuk membangkitkan minat pelajar.

    Menulis adalah aktiviti yang mudah dilakukan. Mudah tetapi sulit jika minat tidak muncul untuk melakukannya. Memang sukar mengajak pelajar yang tidak minat menulis kecuali guru berusaha keras untuk menghasilkan satu kaedah meningkatkan minat tersebut.

    Menurut saya, untuk minat menulis, seseorang itu harus dipupuk minat membacanya dahulu. Seorang penulis adalah orang yang banyak membaca dari menulis. Seorang penulis akan hanya mahu menulis setelah banyak melakukan pembacaan dari pelbagai aspek kehidupan sama ada membaca melalui buku, pemerhatian, pendengaran, sentuhan dan banyak lagi cabang membacanya.

    Mudahan aktiviti membaca secara santai sebagai usaha permulaan akan meningkatkan daya penulisan secara imaginatif kepada pelajar.

    Terima kasih, mas Raden atas usaha menarik minat menulis melalui pengembangan ide dari tulisan ini.

    Salam hormat dari saya.😀

  4. Wa’allaikumsalam Wr. Wb…

    Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, Mbak. Senang bercampur bangga membaca komentar Mbak. Saya setuju bahwa menulis adalah aktivitas yang mudah dilakukan tetapi sulit jika tidak muncul minat untuk mencobanya. Untuk mengajak siswa yang tidak minat menulis memang perlu kepedulian guru untuk berusaha keras meningkatkan minat tersebut.

    Memang benar, kesenangan seseorang untuk menulis dapat dipupuk melalui kegiatan membaca. Bila belum juga senang membaca, barangkali dapat diperkenalkan dengan bacaan-bacaan ringan atau bacaan-bacaan yang sesuai dengan minat seseorang itu. Begitu pula dengan kegiatan menulis, untuk memulainya dapat diajak dengan menuliskan hal-hal yang sederhana, yang tidak membebani pikiran.

    Semoga diskusi ini mampu mendatangkan manfaat.

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • Sepertinya malu saja tidak cukup bila tidak disertai suatu tindakan untuk menutupnya, kan? Untuk itulah, kita mesti mau belajar, belajar, dan belajar agar terhindar dari peristiwa yang memalukan di hadapan anak didik kita.

      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s